Beranda | Artikel
Intinya adalah Tujuan
Senin, 1 Agustus 2022

Oleh: ustadz Muhammad Yassir, Lc (Dosen SDTI Imam Syai’i Jember)

Apa pendapat anda bila membaca pengumuman ini:

PENERIMAAN SISWA BARU SMA LADANG ILMU, SEKOLAH BERFASILITAS LENGKAP, TERSEDIA: GEDUNG MEGAH, RUANG KELAS FULL AC, TERSEDIA LAPANGAN SEPAK BOLA, LAPANGAN GOLF, LAPANGAN BASKET, LAPANGAN TENIS, KOLAM RENANG, BUS ANTAR JEMPUT FULL AC, SERAGAM SEKOLAH GRATIS,
TETAPI, MOHON MAAF, GURU PENGAJAR BELUM ADA

Apakah anda akan menyekolahkan buah hati anda di sekolah itu?

RUMAH SAKIT “GOLEK WARAS”, BERFASILITAS TERLENGKAP DI INDONESIA, TERSEDIA: LABORATORIUM LENGKAP, RUANG RAWAT INAP FULL AC, RUANG INAP KELUARGA PASIEN, RUANG OPERASI SUPER LENGKAP, AMBULANCE 100 UNIT STANDBY 24 JAM, ANTAR JEMPUT PASIEN GRATIS.
TETAPI, MOHON MAAF, PARA DOKTER DAN PERAWAT BELUM TERSEDIA

Apakah anda akan berobat ke Rumah Sakit itu?

Perhatikan pula beberapa ilustrasi berikut ini:

Bila orang punya smartphone super canggih, akan tetapi tidak punya pulsa sepeser pun untuk pengoperasiannya

Bila orang punya mobil termewah di dunia, tapi tidak punya uang untuk beli bensin sehingga mobil itu hanya bisa mangkrak di garasi.

Bila orang mengendarai mobil mewah berjalan tanpa tujuan. Hanya bergerak berkeliling tanpa ada arah yang jelas. Maka suatu saat nanti bensin mobil akan habis sedangkan dia tersesat tidak bisa berbuat apa-apa, tidak tahu harus ke mana, pulang tidak bisa, tujuan juga tidak ada.

Dari beberapa contoh ilustrasi di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa:
Tujuan sekolah adalah untuk mengadakan pengajaran, bila tidak terpenuhi tujuan ini maka tidak ada gunanya fasilitas lain yang mewah.

Tujuan rumah sakit adalah untuk orang berobat, bila tudak ada dokter yang mengobati di rumah sakit tersebut, maka fasilitas mewah lain hanya akan terbengkalai saja.

Fungsi utama HP adalah untuk komunikasi, apalah gunanya punya HP canggih, tapi untuk nelpon harus pinjem HP teman

fungsi mobil adalah untuk transportasi, apalah artinya punya mobil mewah, tapi untuk berangkat ke kantor harus numpang di mobil kawan.

Bila kita sudah bisa mengambil pelajaran dari ilustrasi tadi, maka mari kita terapkan dalam kehidupan kita.
Mari kita bertanya, “apa tujuan hidup kita?”

pertanyaan ini sudah dijawab oleh Allah dalam Al Quran:
“Tidaklah aku ciptakan jin manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Jadi, tujuan kita adalah Ibadah kepada Allah semata. Arah pejalanan kita adalah ke Surga Allah di alam abadi, rumah kita yang hakiki.

Kalau sekarang kita tahu tujuan kita, maka jadikanlah itu sebagai fokus utama aktifitas dan pilihan kita di dunia ini. Sedangkan fasilitas lainnya, perhiasan yang mewah gemerlap dipandang mata adalah hanya faktor pendukung saja, bukan tujuan utama.

Dunia beserta isinya diciptakan untuk manusia, agar mereka memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kebahagiaan mereka.

Kita diperbolehkan memanfaatkan harta alam semesta. Namun ingat, itu hanyalah sebagai faktor pendukung untuk mencapai tujuan hidup.
Kalau sempat kita dilalaikan oleh kemewahan harta dunia, sehingga melupakan kita dari tujuan akhirat. Maka tidak ubahnya kita seperti sekolah dan rumah sakit yang disebutkan di atas.

Islam membolehkan usaha mencari harta dunia:
Allah berfirman:

Artinya:” Carilah kehidupan negeri akhirat dengan bekal yang Allah berikan pada kalian, dan jangan lupakan kebutuhanmu di dunia ini” (QS. )

Islam memperbolehkan berhias diri dengan perhiasan dunia.
Rasulullah bersabda: “makan dan minumlah; bersedekahlah dan Pakailah apa yang kalian suka selama tidak mnggiring kalian untuk berbuat sombong atau menghamburkan harta” (HR. Ibnu Majah)

Sebaiknya kita merenung di setiap waktu saat kita memperoleh rezeki dunia. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri sebelum kita ditanyai:
“Apakah sudah selesai tugas saya sebagai hamba setelah memperoleh harta ini?”
“Apakah ada tugas lain yang harus saya lakukan pada harta yang saya dapat ini?”
“kalau memang memperoleh harta ini bukan tujuan hidup saya, jadi, harus saya kemanakan harta ini?”

setiap orang yang berhias pasti tujuannya agar dipuji orang lain; tidak malu karena wajahnya kusam.
Kalau itu tujuan berhias di dunia, maka jadikanlah harta dunia sebagai perhiasan kita agar tampak menarik di hadapan Allah di akhirat kelas; infakkan harta dunia untuk menjaga wajah kita tidak kusam di akhirat; tidak disetrika di akhirat, karena menumpuk harta tidak diinfakkan di jalanNya.

Perhiasan akan tetap disebut sebagai perhiasan bila jumlahnya tepat. Tapi bila jumlahnya sudah diluar batas kewajaran, jangan harap membawa keindahan.
Coba bayangkan bila anda memakai gelang dari ujung jari tangan sampai ketiak………
Seluruh baju di lemari anda kenakan di waktu yang sama……………….
Tahi lalat sebutir di wajah akan membuat wajah manis, tapi coba kalau tahi lalat memenuhi sepenuh wajah?????

Perhatikan tujuan kita agar tidak tersesat.
Berbekallah sebanyak mungkin untuk menggapai tujuan itu
jangan disibukkan menghamburkan bekal yang kita punya sedangkan perjalanan kita belum tuntas.

PengusahaMuslim.com

Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Artikel asli: https://pengusahamuslim.com/3886-intinya-adalah-tujuan.html